Pakistan(BP) _ Pakistan menghadapi krisis proporsi yang tak terbayangkan. Demikian diungkapkan Menteri Perubahan Iklim, Sherry Rehman Senin (29/8/2022).
Hampir setengah juta orang di Pakistan memadati kamp-kamp pengungsian setelah kehilangan rumah mereka dalam banjir dahsyat.
Menteri Urusan Perubahan Iklim Pakistan Sherry Rehman mengingatkan Pakistan berada di “garis depan” krisis iklim dunia setelah musim hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya menyelimuti negara itu sejak pertengahan Juni lalu. Lebih dari 1.130 orang telah meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Semuanya satu samudra besar, tidak ada lahan kering untuk memompa air keluar,” kata Rehman kepada kantor berita AFP, Senin.
Pakistan membentang 881.913 kilometer persegi, yang menjadikannya negara terbesar ke-33 di dunia berdasarkan wilayah, di depan orang-orang seperti Turki, Prancis, dan Jerman. Dihuni oleh hampir 242 juta orang, negara ini juga merupakan negara terpadat kelima di dunia.
Beberapa media menyebutkan bahwa banjir yang dialami Pakistan kali ini merupakan imbas musim hujan yang sangat basah. Diketahui musim hujan monsun barat berlangsug pada akhir Juni hingga September di Pakistan.
Diketahui dari beberapa pemberitaan media bahwa Otoritas Manajemen Bencara Nasional mengatakan banjir pada musim panas kali ini telah menewaskan lebih dari 1.136 orang dan melukai 1.636 lainnya. Lebih dari satu juta rumah hancur akibat banjir tersebut.
Menurut info terkini hingga laporan ini disampaikan, sedikitnya 498.000 orang di negara berpenduduk 220 juta jiwa ini masih berada di kamp-kamp pengungsian.(*)
Pewarta : Nurdin Kmn/Bintang Pewarta
Sumber : Pemberitaan/ Beritasatu.com /Suara.com.
