Bandar Lampung (BP) – FP3L gelar diskusi dengan tema, Guru Menjadi Beban Negara bersama Pakar Pendidikan dan Ketua KNPI Provinsi Lampung tepatnya di Nuwono Tasya Guesthouse, Jl. Perwira No.9 Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (29/08/2025).
Acara ini menghadirkan narasumber pakar pendidikan yang juga Ketua Dewan Pakar Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) sekaligus Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Gino Vanolie, S.Pd, M.H. Serta Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah S.Si. M.M, dan Ketua Komisi V DPRD Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Dr.H. Yanuar Irawan.SE, M.M, perwakilan dari Kemendikbud Provinsi Lampung dari Pengawas Sekolah Hamda Sukma, S.Si, M.Pd.
Gino menyampaikan bahwa statement dari menteri Sri Mulyani, Guru Menjadi Beban Negara, namun sejati nya peran guru sangat miris jauh dari kata layak terkhusus guru honorer.
“Saya merasa pernyataan Sri Mulyani terkait gur menjadi beban negara, menjadi pemicu kebalikannya karena pada dasarnya guru honorer jauh dari kata layak,” ujar Gino.
Lebih lanjut Gino menambahkan kurang sepakat terhadap kebijkan pemerintah.
“Kami kurang sepakat terhadap kebijakan menghilangkan uang komite sekolah, kalau pun kebijakan ini diterapkan pemerintah harus mecari solusi untuk kelayakan dunia pendidikan. Adapun Gubernur harus mecari solusi dan diterapkan untuk mengkover dana BOS agar dunia pendidikan menjadi berkualitas,” tambah Gino.
Sementara itu Iqbal Ardiansyah Ketua KNPI Lampung menyampaikan masalah dunia pendidikan yang komplek.
“Saya menanggapi masalah pendidikan yang komplek. Masalah ini harus diluruskan dan mecari solusi dari pemangku kebijakan. Seharusnya Pemerintah Lampung memikirkan anggaran untuk menangani dunia pendidikan sehingga terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” ungkap Iqbal.
lebih lanjut Iqbal menekankan ada anggaran infrasturktur yang kurang dibutuhkan,dapat dialihkan ke dunia pendidikan.
“Saya berharap pemangku kebijakan dapat memikirkan dan mencari solusi untuk kemajuan dunia pendidikan terkhusus di Lampung secara global untuk Indonesia. Pendidikan ini merupakan salah satu untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.(*)












