Lampung Selatan (BP) – Semangat kemandirian jam’iyah dan kerinduan terhadap sanad keilmuan yang jernih tampak nyata di Komplek Kantor PCNU Lampung Selatan. Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) dari tujuh kecamatan memadati Masjid Safinatunnajah dalam pembukaan Majlis Dzikir wa Ta’lim “An-Nahdloh”, Jum’at Kliwon malam Sabtu Legi (8/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri kader dan jamaah dari Kalianda, Merbau Mataram, Way Panji, Palas, Penengahan, Sidomulyo hingga Jati Agung. Mereka hadir tidak sekadar mengikuti rutinan, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual melalui Mujahadah Istighotsah Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari serta memperdalam khazanah keilmuan melalui Ngaji Kitab Shahih Bukhari.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jati Agung, Kyai Abdul Aziz Attarmasie, memimpin langsung jalannya mujahadah sekaligus mengijazahkan Istighotsah Mbah Hasyim kepada para jamaah. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan pentingnya menghidupkan ruh organisasi melalui kegiatan keagamaan di lingkungan masjid kantor PCNU.
“Pelaksanaan rutinan Majlis Dzikir wa Ta’lim An-Nahdloh di Masjid Safinatunnajah ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk memakmurkan masjid dan menjaga marwah jam’iyah,” tegasnya di hadapan jamaah.
Suasana khidmat semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh NU tingkat MWC. Tampak hadir Rais Syuriyah MWCNU Kalianda KH. Marzuki dan Ketua MWCNU Kalianda Ustadz Syahid yang duduk bersama para jamaah mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Kehadiran para tokoh struktural tersebut memperlihatkan dukungan terhadap Majlis An-Nahdloh sebagai ruang penguatan kaderisasi dan pemersatu warga NU dalam bingkai kultural dan struktural yang harmonis.
Sementara itu, Ustadz Tarom dari Way Panji menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme kader yang hadir. Menurutnya, semangat kemandirian menjadi fondasi utama dalam menghidupkan majlis tersebut.
“Alhamdulillah, masjid makmur dan jamaah sangat antusias. Ini adalah bentuk khidmah tulus untuk nguri-nguri tradisi NU dan memastikan sanad perjuangan kita tetap tersambung kepada para pendiri,” ujarnya usai kegiatan.
Majlis Dzikir wa Ta’lim An-Nahdloh direncanakan menjadi agenda rutin setiap 35 hari sekali, tepatnya pada Jum’at Kliwon malam Sabtu Legi. Acara yang berakhir pukul 22.30 WIB itu ditutup dengan ramah tamah antar kader lintas kecamatan sebagai upaya mempererat ukhuwah nahdliyah di Lampung Selatan.(*)
Pewarta: Nurdin Kamini
Sumber : Eyb/ Ndn
