Energi Baru dan Terbarukan

Lampung (BP) – Energi baru dan terbarukan merupakan pengelolaan energi dan proses alam yang berkelanjutan yang dijadikan sebagai energi alternatif serta bersifat ramah lingkungan sehingga berkontribusi dalam mengatasi pemanasan global dan mengurangi emisi karbon dioksida.

Perbedaan antara energi baru dan energi terbarukan terletak pada sifatnya. Energi baru adalah sumber energi yang belum dikembangkan secara luas di masa lalu, sementara energi terbarukan adalah sumber energi yang diperbaharui secara alami dan tidak akan habis dalam jangka waktu yang lama.

Contoh Energi Terbarukan
1. Biofuel.
Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan berupa bahan bakar (baik padat, cair, dan gas) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik.
2. Biomassa.
3. Panas Bumi.
4. Air.
5. Angin.
6. Matahari.
7. Gelombang Laut.
8. Pasang Surut.

Energi yang Tak Terbarukan
Energi tak terbarukan seperti minyak bumi, batu bara, gas alam, energi nuklir, dan shale oil.

Energi terbarukan dihasilkan dari sumber daya alam yang berkelanjutan dan diperbarui secara berkala. Sumber daya ini meliputi matahari, angin, air, dan panas bumi. Di sisi lain, energi tak terbarukan dihasilkan dari sumber daya terbatas yang pada akhirnya akan habis.

Sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, hidro, dan biomassa, umumnya jauh lebih ramah lingkungan daripada sumber energi fosil. Mereka menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada emisi gas rumah kaca atau polutan udara lainnya saat digunakan untuk menghasilkan energi.

Sumber daya terbarukan tidak dapat habis seiring waktu. Sumber daya tak terbarukan akan habis seiring waktu . Sumber daya terbarukan meliputi sinar matahari, air, angin, dan juga sumber daya panas bumi seperti mata air panas dan fumarol. Sumber daya tak terbarukan meliputi bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.

*Kaliandra Merah* salah satu Energi Terbarukan*

bahwa tanaman Kaliandra Merah memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. satu kilogram kayu Kaliandra Merah memiliki kadar kalori sebesar 4.200 kilo kalori, sedangkan bila diarangkan dapat menembus 7.000 kilo kalori.

“Kadar kalori ini setara dengan kadar kalori batu bara kualitas medium. Akan tetapi, api yang dihasilkan lebih stabil sehingga sangat potensial sebagai bioenergi,”

Kaliandra sendiri, sebenarnya bukan barang baru dalam dunia pertanian. Jenis tanaman ini dikenal sebagai tanaman konservasi yang dapat tumbuh di lahan marginal (lahan tidak produktif). Selain potensi sebagai bioenergi, Kaliandra Merah secara bertahap juga dapat menyuburkan tanah dan juga berfungsi mengontrol laju erosi.

Oleh karena itulah, tengah berupaya untuk terus mengembangkan jenis tanaman yang satu ini. Utamanya adalah sebagai bioenergi dan sumber energi alternatif. dalam hal ini mencoba akan mengkonversikan 10 persen kebutuhan energinya dari biofuel melalui Kaliandra sebagai sumber energi terbarukan,”

Pemanfaatan tanaman Kaliandra Merah tidak hanya pada kayunya saja, di bidang peternakan, daun Kaliandra rupanya juga sangat bagus sebagai diversifikasi sumber pakan ternak selain rumput. Selain itu, daun Kaliandra juga baik untuk bahan baku pupuk karena kandungan proteinnya yang tinggi. Bunga kaliandra berguna bagi peternak madu dari lebah jenis trigona atau biasa disebut galo-galo di daerah Minangkabau.

Menyadari betapa kayanya manfaat dari tanaman ini, maka saya menyarankan Kepada Bapak Gubernur Prov Lampung dan Bupati serta Walikota serta masyarakat untuk turut serta memproduksi bibit kaliandra dalam program Ramah Bumi dan Lingkungan, Kemudian. Bagi mahasiswa dan pelajar bisa dilibatkan dalam proses riset produksi bibit tanaman semak berbunga yang masuk dalam suku tanaman Fabaceae atau polong-polongan ini.

“Kita harapkan bioenergi tercipta, masyarakat berperan aktif di sana, industri terbantu, carbon release bisa ditekan, lingkungan terjaga, pendidikan vokasi makin jaya,”

 

 

Oleh : Apriyan Sucipto,SH,MH
(Pemerhati Kebijakan Sosial Politik Hukum dan Lingkungan Hidup)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page