Lampung (BP) — Aura persaudaraan terasa kental di Basecamp Slankers Lampung, Gang Biru, Tanjung Agung, menjelang konser “Hey Slank” di PKOR Way Halim. Sejak Kamis (15/1), gelombang Slankers dari luar Provinsi Lampung mulai memadati lokasi tersebut. Untuk menyambut saudara se-tanah air, para anggota komunitas bergerak cepat melakukan aksi swadaya atau kolekan demi memberikan pelayanan terbaik.
Kemandirian komunitas Slankers Lampung tercermin dari donasi yang terkumpul secara sukarela. Mulai dari sumbangan personal sebesar Rp20.000 hingga dukungan kolektif dari SFC Lampung Timur yang mencapai Rp1.200.000, seluruh dana dikelola secara transparan untuk memenuhi kebutuhan logistik para tamu.
Boedi Bonpa, yang mendapat amanah sebagai penanggung jawab Basecamp Gang Biru, memastikan setiap Slankers yang datang disambut dengan kehangatan khas Bumi Ruwa Jurai. Hal ini menjadi bukti bahwa Slankers Lampung bukan sekadar penikmat musik, melainkan komunitas dengan solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Di sisi lain, pengamanan kedatangan Slank juga diperketat oleh tim Bidadari Penyelamat (BP). Koordinator Lapangan BP, Dana Poel (Lampung Tengah), menegaskan bahwa fokus utama pengawalan adalah menjaga nama baik Slankers Lampung serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
“Kami berkomitmen menjaga nama baik Slankers Lampung. Harapannya, dengan situasi yang tertib dan kondusif, ke depan akan semakin banyak promotor yang percaya menggelar konser besar di Lampung,” ujar Dana Poel.
Sebagai bagian dari tradisi yang telah dijaga sejak 2007, sebanyak 10 personel BP disiagakan di Bandara Radin Inten II untuk melakukan pengawalan melekat terhadap personel Slank. Pengawalan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bandara, hotel, hingga lokasi konser.
Dengan perpaduan manajemen lapangan yang solid serta solidaritas kuat di akar rumput, SFC Lampung optimistis mampu menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan profesional dalam gelaran akbar ini.(*)
Pewarta : Nurdin Kamini
Sumber : Edi Sriyanto
