Lampung Selatan (BP) – Opini: Berita Ekonomi Pembangunan, Indonesia mendorong industriliasasi hijau untuk mendukung Pembangunan berkelanjutan
Disusun oleh: Naysa Revina Dirya, mahasiswa ekonomi syariah semester 5 (240202009), stai yanba kalianda
Tabik pun…
Pemerintah Indonesia terus mendorong perkembangan sektor industri agar dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penerapan industrialisasi hijau dan pengembangan kawasan industri yang lebih ramah lingkungan.
Pada Juli 2026, Kementerian Perindustrian bersama United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) meluncurkan Eco-Industrial Park (EIP) Center di Jakarta. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kawasan industri yang lebih berkelanjutan dan membantu industri melakukan transformasi menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah juga mendorong pemberian insentif bagi kawasan industri yang melakukan transformasi menjadi kawasan industri hijau. Kementerian Perindustrian mengembangkan program IKM Hijau untuk mendorong industri kecil dan menengah menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya. Perkembangan industrialisasi juga berkaitan dengan program hilirisasi, yaitu upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri. Dengan adanya hilirisasi, sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Perkembangan industri juga memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan penggunaan energi, pengelolaan limbah, pencemaran lingkungan, dan penggunaan sumber daya alam. Pembangunan sektor industri perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan.
Tulisan ini menunjukkan bahwa perkembangan industri di Indonesia memiliki peran yang penting dalam pembangunan ekonomi, tetapi perkembangan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab. Upaya pemerintah untuk mendorong industrialisasi hijau Selain itu, pemerintah daerah dapat mendorong pelaku industri untuk menggunakan teknologi produksi yang lebih efisien, menyediakan pelatihan pengelolaan limbah, dan meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal. Dengan demikian, penerapan industrialisasi hijau di Lampung Selatan berpotensi membantu
meningkatkan nilai jual produk lokal, membuka lapangan pekerjaan, dan menjaga kualitas lingkungan. Sebagai contoh nyata, di Desa Ketapang, Lampung Selatan, program Kampung Nelayan Merah Putih telah mendorong pengolahan ikan menjadi fillet dan pemanfaatan sisa ikan menjadi bahan baku tepung ikan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana hasil perikanan dapat diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi sekaligus mengurangi limbah. Penerapan industrialisasi hijau di Lampung Selatan perlu terus dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, sektor industri dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. karena sektor industri tidak hanya dituntut untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Industrialisasi memang dapat memberikan banyak manfaat, seperti membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan investasi, dan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Perkembangan industri tidak diikuti dengan pengelolaan lingkungan yang baik, dampaknya dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Penerapan industri hijau sebaiknya tidak hanya ditujukan kepada perusahaan-perusahaan besar. Industri kecil dan menengah juga perlu mendapatkan pendampingan dan dukungan, karena jumlahnya sangat banyak dan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Penerapannya dapat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan menghemat penggunaan energi dan bahan baku, mengurangi limbah, serta melakukan pengelolaan limbah dengan lebih baik.
Pembangunan ekonomi tidak seharusnya hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Pembangunan juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat di masa depan. Sektor industri dapat berkembang sekaligus menjaga lingkungan, maka manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peran Industrialisasi Hijau dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia
- Peran Industrialisasi Hijau dalam Meningkatkan Perekonomian
Industrialisasi merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Melalui perkembangan sektor industri, bahan baku yang berasal dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Proses pengolahan tersebut dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan memperluas kesempatan usaha bagi Masyarakat.
Perkembangan industri perlu diimbangi dengan penerapan prinsip keberlanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui industrialisasi hijau, yaitu pengembangan kegiatan industri yang memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan perlindungan lingkungan. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berusaha meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan cara produksi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang berlebihan.
Kementerian Perindustrian pada Juli 2026 menyampaikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan semakin penting bagi daya saing industri nasional. Industri kecil dan menengah juga didorong untuk melakukan transformasi menuju kegiatan usaha yang lebih berkelanjutan. Penerapan prinsip tersebut dapat dilakukan melalui efisiensi energi, pengelolaan bahan baku, pengurangan limbah, serta perbaikan tata kelola usaha.
Industrialisasi hijau dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu industri menghadapi perubahan kebutuhan pasar. Perusahaan yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan proses produksi yang lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan berpeluang meningkatkan daya saingnya. - Tantangan dalam Penerapan Industrialisasi Hijau
Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan industrialisasi hijau masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan biaya untuk memperbarui mesin, menggunakan teknologi yang lebih efisien, serta membangun fasilitas pengolahan limbah. Bagi perusahaan besar, investasi tersebut mungkin dapat direncanakan dalam jangka panjang. Namun, bagi industri kecil dan menengah, keterbatasan modal dapat menjadi hambatan yang cukup besar.
Selain masalah biaya, pengetahuan pelaku usaha mengenai pengelolaan lingkungan juga perlu ditingkatkan. Sebagian pelaku usaha mungkin belum mengetahui cara mengurangi limbah, menghemat energi, atau memanfaatkan kembali bahan sisa produksi. Penerapan industri hijau memerlukan pendampingan, pelatihan, dan dukungan dari pemerintah.
Kementerian Perindustrian telah mendorong pengembangan kawasan industri hijau melalui peningkatan tata kelola lingkungan dan rencana transformasi kawasan industri. Pemerintah juga menyiapkan upaya pemberian fasilitas bagi kawasan industri yang melakukan transformasi menuju kawasan industri hijau. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan agar lebih memperhatikan efisiensi produksi, pengelolaan lingkungan, dan dampak sosial dari kegiatan industri.
Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dirasakan oleh pelaku usaha dari berbagai skala. Dukungan berupa pelatihan, akses pembiayaan,
pendampingan teknologi, dan pengawasan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan industrialisasi hijau tidak hanya menjadi tuntutan bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan usaha. - Penerapan Industrialisasi Hijau di Kabupaten Lampung Selatan
Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan industri berbasis sumber daya lokal, terutama dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan pengolahan hasil pangan. Pengembangan industri tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.
Salah satu contoh yang relevan adalah kegiatan pengolahan hasil perikanan di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2 Oktober 2026, program Kampung Nelayan Merah Putih di desa tersebut mendorong pengolahan ikan belo dan ikan selangat menjadi produk fillet. Ikan yang sebelumnya memiliki harga sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram dilaporkan dapat mencapai nilai jual Rp13.000–Rp14.000 per kilogram setelah melalui proses pengolahan menjadi fillet.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa pengolahan hasil perikanan dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas dan membuka peluang usaha baru. Masyarakat tidak hanya memperoleh penghasilan dari penjualan ikan segar, tetapi juga berpeluang terlibat dalam kegiatan pengolahan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran produk.
Peningkatan nilai tambah tersebut perlu disertai dengan pengelolaan lingkungan yang baik agar dapat mendukung prinsip industrialisasi hijau. Sebagai contoh penerapan yang dapat dikembangkan, pelaku usaha perikanan dapat memisahkan limbah organik dan anorganik, mengelola sisa ikan agar tidak mencemari perairan, menggunakan air secara efisien, serta menjaga kebersihan tempat produksi. Sisa bahan yang masih layak dimanfaatkan juga dapat diolah menjadi produk sampingan apabila memenuhi persyaratan keamanan dan kualitas.
Selain perikanan, industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan di Lampung Selatan juga berpotensi menerapkan prinsip serupa. Pelaku usaha dapat mengurangi bahan yang terbuang, memanfaatkan sisa produksi yang masih berguna, menghemat energi, dan menggunakan kemasan yang lebih mudah didaur ulang. Langkah-langkah tersebut merupakan usulan penerapan yang dapat disesuaikan dengan jenis usaha dan kondisi setempat.
Pemerintah daerah juga dapat mendukung upaya tersebut melalui pelatihan bagi pelaku usaha, bantuan peningkatan teknologi produksi, pendampingan pengelolaan limbah, dan perluasan akses pemasaran. Kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, nelayan, petani, dan masyarakat diperlukan agar perkembangan industri mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Dengan penerapan yang tepat, industrialisasi hijau di Lampung Selatan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, dan memperkuat daya saing produk lokal. Pada saat yang sama, kegiatan industri diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. - Hubungan Industrialisasi Hijau dengan Pembangunan Berkelanjutan
Industrialisasi hijau memiliki hubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan karena keduanya berusaha menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pembangunan ekonomi memang membutuhkan kegiatan produksi, investasi, serta penciptaan lapangan pekerjaan. Pembangunan yang hanya berfokus pada peningkatan produksi tanpa memperhatikan dampak lingkungan dapat menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
Dari sisi ekonomi, industrialisasi hijau dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku dan energi sehingga biaya produksi dapat dikendalikan. Dari sisi sosial, perkembangan industri dapat memberikan kesempatan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Dari sisi lingkungan, pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara efisien dapat membantu mengurangi tekanan terhadap alam.
Ketiga aspek tersebut perlu berjalan bersama. Pertumbuhan industri yang tinggi belum tentu menunjukkan keberhasilan pembangunan apabila masyarakat sekitar tidak memperoleh manfaat atau lingkungan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, keberhasilan pembangunan industri perlu dinilai tidak hanya dari keuntungan perusahaan dan jumlah investasi, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat serta kemampuannya menjaga lingkungan.
Dalam konteks Indonesia, penerapan industrialisasi hijau membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam menetapkan kebijakan serta melakukan pengawasan, perusahaan bertanggung jawab menerapkan proses produksi yang sesuai, sedangkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan mendukung produk yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, industrialisasi hijau dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkualitas. Jika dilaksanakan secara konsisten, pendekatan ini diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan daya saing industri, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Kesimpulannya, industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan seharusnya berjalan beriringan. Indonesia tetap membutuhkan sektor industri untuk meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, tetapi prosesnya harus dilakukan dengan memperhatikan lingkungan. Dengan demikian, pembangunan industri tidak hanya memberikan keuntungan bagi generasi sekarang, tetapi juga tetap menjaga sumber daya untuk generasi yang akan datang.
industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan seharusnya berjalan beriringan melalui penerapan industrialisasi hijau, yaitu pengembangan sektor industri yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keuntungan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Indonesia tetap membutuhkan sektor industri untuk meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk. Namun, kegiatan industri harus dilakukan dengan menghemat energi dan sumber daya alam, mengurangi limbah, serta mencegah pencemaran lingkungan.
Penerapan industrialisasi hijau juga penting dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan, terutama pada industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Dengan menerapkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh saat ini, tetapi juga dari kemampuannya menjaga sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.
Daftar Pustaka
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2026). Percepat Transformasi Berkelanjutan, Kemenperin Luncurkan Program IKM Hijau.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. (2026). Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional.
ANTARA News. (2026). Indonesia Launches Eco-Industrial Park Center for Green Transition.
ANTARA News. (2026). Indonesia Plans Incentives for Green Industrial Estates.