TANGGAMUS (BP) – Yayasan Bakti Bela Negara memperkenalkan benih padi unggul PS 08 kepada para pemangku kepentingan sektor pertanian di Kabupaten Tanggamus melalui sosialisasi yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH), Selasa (28/7/2026)
Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas KPTPH Kabupaten Tanggamus Rachmat Hidayat, S.P., mewakili Kepala Dinas KPTPH Alkat Alamsyah, S.E., M.M.
Hadir pula K.H. Fauzan Hasan, S.H., M.H., Tenaga Ahli Bupati Tanggamus H. Rusli Soheh, Ketua Dekopin Lampung Selatan Rudi Topan, pemilik varietas PS 08 H. Zainal Abidin, para camat se-Kabupaten Tanggamus, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP), serta tamu undangan lainnya.
Tenaga Ahli Bupati Tanggamus H. Rusli Soheh mengatakan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan antara Bupati Tanggamus M. Saleh Asnawi dengan pihak pengembang benih PS 08 di Lamban Bulapis, Batang, pada 1 Juli 2026.
“Kami sebagai tenaga ahli menerjemahkan keinginan dan program Bupati dengan menjembatani pihak-pihak yang dapat mendukung realisasinya,” kata Rusli.
Menurut dia, pengenalan benih PS 08 merupakan bagian dari upaya mencari alternatif varietas unggul yang berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Tanggamus.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bakti Bela Negara H. Zainal Abidin mengatakan benih PS 08 dikembangkan melalui Yayasan Bakti Bela Negara. Ia menyebut varietas tersebut telah diuji coba di kawasan pesisir Pantai Carita, Provinsi Banten.
“Setelah diuji coba hasilnya sangat memuaskan. Dalam satu hektare mampu menghasilkan hingga 6 – 10 ton gabah,” ujar Zainal.
Ia berharap pengalaman uji coba tersebut dapat menjadi referensi sebelum benih PS 08 dikembangkan lebih luas di Tanggamus. Namun, produktivitas tanaman di lapangan tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi lahan, iklim, ketersediaan air, serta teknik budidaya yang diterapkan petani.
Melalui sosialisasi ini, penyelenggara berharap benih PS 08 dapat menjadi salah satu pilihan varietas unggul bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi.
Mereka juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.(*)