Pemkab Tubaba dan BRIN Perkuat Kolaborasi Inovasi Pengelolaan Sampah dan Potensi Daerah

Tulang Bawang Barat (BP) – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong inovasi pengelolaan sampah serta pengembangan potensi daerah di sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi secara daring yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tubaba, Jumat (9/10/2026), dihadiri Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah, Sekretaris Daerah Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tubaba.

Bacaan Lainnya

Dalam pembahasan tersebut, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus kerja sama melalui pemanfaatan mesin Fast Pyrolysis Generasi 5 yang telah diinstal di Tubaba untuk mengurangi sampah plastik. BRIN akan memfasilitasi pengujian laboratorium terhadap minyak hasil pengolahan atau petasol guna memastikan kualitasnya sesuai dengan 17 parameter yang ditetapkan Lemigas Kementerian ESDM.

Program tersebut juga diarahkan untuk direplikasi melalui Komunitas Swadaya Masyarakat (KSM) agar dapat diterapkan di kecamatan lain. Selain itu, pengembangan program tengah diusulkan untuk memperoleh dukungan CSR berkelanjutan dari PLN dan Pertamina Gas Negara.

Pada sektor peternakan, Tubaba memiliki potensi populasi sekitar 180.000 ekor kambing yang dapat dikembangkan untuk mendukung pasokan daging nasional. Pemkab Tubaba mendorong BRIN membantu penyusunan master plan rantai pasok ternak, termasuk pengembangan teknologi penandaan (tagging) untuk memantau pergerakan ternak. Pengembangan sektor ini juga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, pada sektor pertanian, Pemkab Tubaba membuka peluang penerapan teknologi pertanian melalui pembuatan lahan percontohan (demplot), terutama untuk pompa irigasi dan alat pengering hasil panen berbasis energi surya, gas, maupun biomassa.

Pengembangan ubi kayu juga menjadi perhatian, khususnya melalui inovasi untuk meningkatkan produktivitas, integrasi usaha tani dengan peternakan, serta dukungan pengembangan Tubaba sebagai wilayah rujukan benih unggul ubi kayu.

Di sektor perikanan, Pemkab Tubaba mendorong dukungan teknologi untuk mengembangkan alternatif pakan yang lebih terjangkau, termasuk pemanfaatan bahan pakan alami seperti Wolffia, Lemna, dan Azolla. Selain itu, dibahas pula peluang pengembangan teknologi ekstraksi protein hewani sebagai bahan campuran pakan serta inovasi pembibitan ikan.

Untuk menindaklanjuti berbagai peluang tersebut, Pemkab Tubaba dan BRIN menyepakati pelaksanaan awal kolaborasi pada 2027 melalui dukungan in-kind dari BRIN, berupa tenaga ahli dan layanan pengujian laboratorium melalui e-Layanan Sains. Sementara itu, dukungan anggaran melalui APBD Tubaba direncanakan mulai dialokasikan pada 2028.

Kajian pengembangan akan disusun dalam dokumen terpisah sesuai bidang, dengan penanggung jawab dari BRIN untuk mengawal setiap program agar lebih terarah dan terukur. Melalui kolaborasi ini, Pemkab Tubaba berharap pemanfaatan riset dan inovasi dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, meningkatkan produktivitas sektor unggulan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Kmf/Alparizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *