Tulang Bawang Barat (BP) – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mematangkan persiapan peluncuran Program Tubaba Q Berhaji yang dijadwalkan pada 4 November 2026 di Islamic Center. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (29/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten I, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pembahasan difokuskan pada kesiapan pelaksanaan kegiatan, koordinasi lintas instansi, serta strategi sosialisasi program untuk mendorong masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
Sekda Tubaba, Iwan Mursalin, menegaskan bahwa seluruh OPD perlu berperan aktif dalam menyosialisasikan Program Tubaba Q Berhaji, termasuk memberikan pemahaman kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerja masing-masing.
Ia juga meminta Asisten I bersama jajaran terkait memantau perkembangan sosialisasi dan pendataan ASN yang telah melakukan pendaftaran haji hingga menjelang peluncuran program. Perkembangan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati sebagai bahan evaluasi dan informasi mengenai partisipasi aparatur pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kita tidak cukup hanya mengajak, tetapi juga harus menunjukkan keteladanan melalui keterlibatan ASN. Karena itu, saya meminta seluruh OPD menindaklanjuti sosialisasi ini secara serius dan melaporkan perkembangannya secara berkala,” tegasnya.
Menurut Iwan, keterlibatan sekitar 5.000 ASN di lingkungan Pemkab Tubaba diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak dini. Namun, ia menekankan bahwa gerakan tersebut harus mengedepankan edukasi dan kesadaran, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi serta kemampuan setiap individu.
“Gerakan ini bukan untuk memaksakan kehendak, melainkan membangun kesadaran dan mendorong masyarakat agar mulai mempersiapkan diri sejak dini. Setiap orang memiliki kondisi ekonomi dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita bangun adalah niat, pemahaman, dan ikhtiar sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BSI Tulang Bawang Barat, Medi, memaparkan rencana rangkaian kegiatan peluncuran Program Tubaba Q Berhaji. Selain sosialisasi dan pendampingan proses pendaftaran haji, kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan bazar serta pelayanan kesehatan gratis yang dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait.
Kementerian Haji dan Umrah juga direncanakan memberikan penjelasan mengenai tahapan penyelenggaraan dan prosedur pendaftaran haji agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan serta proses yang perlu dipersiapkan.
Dari sisi teknis, panitia tengah mematangkan penataan lokasi, penyediaan fasilitas pendukung, konsumsi, transportasi, pengaturan alur peserta, serta kebutuhan operasional lainnya. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 700 hingga 1000 orang sehingga diperlukan koordinasi yang baik antarpihak untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Sekda berharap seluruh OPD dan pihak terkait dapat menyelesaikan persiapan sesuai tugas masing-masing sebelum hari pelaksanaan. Koordinasi dengan BSI dan instansi pendukung juga perlu diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan pada 4 November mendatang dapat berjalan optimal.
Melalui peluncuran Program Tubaba Q Berhaji, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai pendaftaran haji serta terdorong untuk merencanakan persiapan ibadah haji sejak dini sesuai kemampuan masing-masing.(Kmf/Alparizi)