TULANG BAWANG BARAT (BP) – Terhentinya pekerjaan rekonstruksi Jalan Simpang PU–Pasar Tempel di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, selama lebih dari 30 hari menuai sorotan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Tubaba, Heri Akbar. Bersama Wakil Ketua I DPD JWI Tubaba, Deki Alfarizi, Heri Akbar turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pekerjaan yang belum rampung dan menyerap informasi terkait keluhan masyarakat.
Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp4.118.553.000 atau sekitar Rp4,11 miliar tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan diduga telah terhenti lebih dari satu bulan. Material batu agregat yang sudah dihampar terlihat bertaburan di permukaan jalan. Kondisi itu dikeluhkan masyarakat karena debu beterbangan setiap hari dan batu yang berserakan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Atas kondisi tersebut, DPD JWI Tubaba meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat, khususnya Bidang Bina Marga, bersama kontraktor pelaksana CV Mitra Muda Perkasa segera memberikan klarifikasi resmi dan terbuka mengenai penyebab terhentinya pekerjaan serta kepastian waktu kelanjutannya.
Heri Akbar dan Deki Alfarizi Tinjau Kondisi Proyek
Kehadiran Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, bersama Wakil Ketua I, Deki Alfarizi, merupakan bagian dari upaya menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah.
Dari kondisi yang terlihat di lokasi, pekerjaan jalan belum sepenuhnya rampung. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan pengerjaan, penanganan material yang bertaburan, serta langkah pengawasan dari instansi terkait.
DPD JWI Tubaba menilai, proyek bernilai miliaran rupiah harus dilaksanakan secara profesional, sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak, serta memperhatikan keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
JWI Tubaba meminta agar kondisi tersebut tidak dibiarkan tanpa kejelasan. Masyarakat berhak mengetahui penyebab pekerjaan terhenti dan kapan pembangunan akan dilanjutkan.
Pelaksana Lapangan Mengaku Menunggu Antrean Hotmix
Dalam upaya memperoleh penjelasan, Heri Akbar melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Rejok, yang menyatakan dirinya sebagai pelaksana lapangan proyek tersebut.
Dalam keterangannya, Rejok menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu giliran pengaspalan menggunakan material hotmix. Ia mengatakan antrean pengaspalan tidak hanya melibatkan proyek di Tubaba, tetapi juga proyek dari daerah lain.
Ketika ditanya mengenai kepastian waktu pengaspalan, Rejok mengaku belum mengetahui kapan giliran tersebut tiba karena masih menunggu antrean. Terkait pemesanan, Rejok menyebut pihaknya memesan melalui PT 31, sesuai keterangannya dalam percakapan tersebut.
Namun, penjelasan itu belum memberikan kepastian konkret mengenai jadwal dimulainya kembali pekerjaan maupun target penyelesaian proyek.
JWI Tubaba Desak PUPR dan Kontraktor Memberikan Kepastian
Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, meminta Dinas PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, bersama CV Mitra Muda Perkasa menjelaskan penyebab pekerjaan terhenti lebih dari 30 hari, progres fisik terkini, serta jadwal penyelesaian.
Menurutnya, alasan menunggu antrean hotmix perlu diperjelas dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pihak kontraktor perlu menjelaskan kendala yang dihadapi, sedangkan dinas terkait harus memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan kontrak.
JWI Tubaba menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup hanya mendapatkan penjelasan mengenai antrean pengaspalan. Yang dibutuhkan adalah kepastian jadwal pekerjaan dan langkah nyata untuk menyelesaikan pembangunan.
Warga Keluhkan Batu Bertaburan dan Debu
Edi Yanto, salah seorang warga setempat, bersama seorang warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan bahwa pekerjaan diduga telah terhenti kurang lebih satu bulan.
Keduanya mengeluhkan batu agregat yang telah dihampar tetapi bertaburan di permukaan jalan. Kondisi tersebut menimbulkan debu ketika kendaraan melintas dan dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Warga juga menyampaikan bahwa kecelakaan disebut kerap terjadi di lokasi tersebut. Namun, jumlah kejadian dan penyebabnya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
DPD JWI Tubaba meminta pihak pelaksana dan instansi terkait segera memperhatikan kondisi jalan melalui penataan material, pengendalian debu, dan pemasangan rambu peringatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Keselamatan pengguna jalan tidak boleh diabaikan selama pekerjaan belum diselesaikan.
Identitas Proyek Berdasarkan Papan Informasi
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek tersebut tercatat dengan rincian berikut:
Nama pekerjaan: Rekonstruksi Jalan Simpang PU–Pasar Tempel.
Instansi: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Nomor kontrak: 600/05/KONTRAK/DPUPRTUBABA/IX/2026.
Tanggal kontrak: 3 September 2026.
Nilai kontrak: Rp4.118.553.000.
Tahun anggaran: 2026.
Kontraktor pelaksana: CV Mitra Muda Perkasa.
Dengan nilai kontrak lebih dari Rp4,11 miliar, pengawasan perlu memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, jadwal, dan ketentuan kontrak. Apabila ditemukan keterlambatan atau ketidaksesuaian, evaluasi harus dilakukan berdasarkan dokumen kontrak dan pemeriksaan teknis.
DPD JWI TUBABA Berkomitmen Mengawal hingga Ada Kejelasan
Heri Akbar menegaskan bahwa DPD JWI Tubaba berkomitmen mengawal persoalan proyek tersebut sampai terdapat kejelasan resmi mengenai penyebab terhentinya pekerjaan dan kepastian kapan pembangunan akan dilanjutkan.
Bersama jajaran organisasi, termasuk Wakil Ketua I Deki Alfarizi, JWI Tubaba akan terus memantau perkembangan di lapangan, meminta klarifikasi kepada pihak terkait, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
DPD JWI Tubaba mendesak Dinas PUPR, Bidang Bina Marga, dan CV Mitra Muda Perkasa segera memberikan penjelasan resmi. Masyarakat perlu mengetahui kapan pekerjaan akan dilanjutkan dan langkah apa yang dilakukan untuk menangani kondisi jalan selama pengerjaan belum selesai.
JWI Tubaba berkomitmen mengawal proyek ini sampai ada kejelasan mengenai kelanjutan pekerjaan. Pengawalan dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial agar pembangunan berjalan transparan, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Klarifikasi Resmi Sangat Diperlukan
Hingga berita ini disusun, media belum memperoleh klarifikasi resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bidang Bina Marga, maupun CV Mitra Muda Perkasa mengenai penyebab terhentinya pekerjaan, progres fisik terkini, dan jadwal penyelesaiannya.
Media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh serta pemberitaan tetap profesional, tajam, proporsional, dan berimbang.(Alparizi)