Puan: Segera Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Siswa Madrasah 

Puan: Segera Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Siswa Madrasah 

    Jakarta (BP) _ Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti laporan adanya ratusan ribu siswa madrasah dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) yang belum menerima haknya. Mereka seharusnya berhak memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

    “Kami mendesak agar Pemerintah memperhatikan nasib anak-anak yang belum memperoleh haknya mendapat bantuan PIP. Segera realisasikan pemberian bantuan bagi siswa-siswa madrasah,” kata Puan, Senin (26/9/2022).

    Berdasarkan laporan dari Panja Pendidikan Keagamaan Komisi VIII DPR RI, ada lebih dari 2,6 juta siswa madrasah yang tahun ini berhak mendapat bantuan dana pendidikan. Rincian penerimanya adalah masing-masing satu jutaan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta empat ratus ribu lebih siswa Madrasah Aliyah (MA).

    Dari 2,6 juta siswa madrasah itu, masih ada sekitar tiga ratus ribu lebih yang belum menerima haknya karena Kementerian Agama (Kemenag) masih kekurangan dana sebesar Rp 242,1 miliar. Puan pun berharap Pemerintah memberi perhatian terkait masalah ini.

    “Jangan sampai anak-anak yang seharusnya berhak menerima bantuan pendidikan dikorbankan akibat terkendala alokasi anggaran,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    “Semua anak berhak mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan, termasuk mereka yang kurang mampu. Tugas Negara untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” imbuh Puan.

    Mantan Menko PMK itu juga mengingatkan mengenai janji Pemerintah agar dana pendidikan yang ditransfer ke Pemerintah Daerah dapat diakses sepenuhnya, termasuk bagi madrasah. Menurut Puan, masih banyak anak di daerah kesulitan mendapat fasilitas pendidikan yang layak.

    “Saya keliling ke berbagai daerah, saya menemukan berbagai masalah mengenai kurangnya fasilitas pendidikan bagi anak-anak. Ada yang tidak bisa sekolah karena sekolahnya sering kebanjiran, ada lagi yang karena tak punya seragam,” tukasnya.

    Menurut Puan, permasalahan-permasalahan seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi. Terkait masih kurangnya dana PIP untuk siswa madrasah, ia mengingatkan pentingnya regulasi yang pasti.

    “Sehingga DAK ini bisa diakses oleh madrasah dan pesantren, yang kita ketahui mayoritas dikelola oleh yayasan swasta. Dengan adanya regulasi yang pasti, Pemda punya kewajiban mengalokasikan anggaran untuk bantuan pendidikan,” papar Puan.

    Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menegaskan, hak anak dalam mendapat bantuan pendidikan wajib diberikan. Puan menyebut, persoalan teknis penyaluran anggaran harus dapat diselesaikan.

    “Percepat bantuan pendidikan yang menjadi hak anak-anak tersebut. Hak anak dalam memperoleh bantuan pendidikan dari Pemerintah tidak boleh diabaikan,” tutupnya.(*)

     

    Pewarta : Nurdin Kmn/Bintang Pewarta

    Sumber : Humas/Ratu Puan

    Please follow and like us:

    Related post

    Pj Bupati Bersama DPRD Tubaba teken KUA PPAS APBD Perubahan 2024

    Pj Bupati Bersama DPRD Tubaba teken KUA PPAS APBD Perubahan 2024

    Tulang Bawang Barat (BP) – Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Drs. M.Firsada, bersama Pimpinan…
    Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika  Membuka Diktuk Inklusif  Bintara Polri Gelombang II tahun 2024

    Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika  Membuka Diktuk Inklusif  Bintara Polri Gelombang II tahun 2024

    LAMPUNG (BP) – Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika  membuka Diktuk Inklusif  Bintara Polri Gelombang II tahun…
    Menkeu Sri Mulyani Indrawati Meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Kementerian/Lembaga Simbara

    Menkeu Sri Mulyani Indrawati Meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Kementerian/Lembaga Simbara

    NASIONAL (BP) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Kementerian/Lembaga…

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.