Lampung Barat (BP) – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin dan jajaran pemerintah daerah, menerima kunjungan reses Anggota DPR RI Komisi V Bidang Infrastruktur dan Perhubungan, Drs. Mukhlis Basri, yang turut didampingi perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (5/5/2026).
Dari Kementerian PU, kunjungan itu dihadiri oleh Kasi Pelaksana Wilayah II Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan Lampung, Miarka Risdawati, serta PPK Pelaksana Sarana dan Prasarana Strategis Lampung, Arius Fedrinaldo.
Rombongan disambut secara adat di Gedung Dalom Kepaksian Pernong, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, bersama masyarakat adat setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Parosil Mabsus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti usulan yang sebelumnya telah diajukan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada pemerintah pusat, khususnya terkait pembangunan Gedung Pakuon yang hingga kini masih terbengkalai.
Ia mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sudah lama tidak dilanjutkan pembangunannya, bahkan sudah sekitar delapan tahun mangkrak sejak masa kepemimpinan Gubernur Lampung sebelumnya.
“Melalui kehadiran Pak Mukhlis Basri yang kini berada di Komisi V DPR RI, kami melihat ada harapan baru agar pembangunan gedung ini kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ujar Parosil.
Menurutnya, Gedung Pakuon merupakan salah satu aset budaya penting di Lampung Barat yang berpotensi besar untuk dikembangkan.
Jika pembangunan dapat dilanjutkan dengan baik, gedung tersebut diyakini bisa menjadi kebanggaan masyarakat, tidak hanya di Lampung Barat, tetapi juga di tingkat Provinsi Lampung.
“Tentu kita sama-sama berdoa terutama kepada raja-raja jukhuan, kepada pak camat, kepada pak peratin, kita sama-sama berdoa mudah-mudahan usulan dan upaya dan ikhtiar kita semua ini dapat direalisasikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Parosil juga berharap, dengan dukungan anggaran yang memadai, Gedung Pakuon ke depan dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lampung Barat.
“Kami berharap gedung ini tidak terus terbengkalai. Jika bisa diselesaikan, tentu akan menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan,” harapnya.
“Tentu kita terus optimis mudah-mudahan apa yang menjadi kendala-kendala kita, apa saja yang menjadi tantangan-tantangan kita mudah-mudahan ke depan bisa sama-sama kita cicil, satu per satu bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat adat Kepaksian Pernong. Ia mengaku terkesan dengan tradisi dan nilai budaya yang masih terjaga dengan baik.
Mukhlis menjelaskan bahwa kunjungannya ke Lampung Barat merupakan bagian dari kegiatan reses, yaitu untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di tingkat pusat.
“Saya datang untuk mendengar langsung harapan masyarakat, termasuk soal pembangunan Gedung Pakuon yang sudah lama terbengkalai ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa persoalan mangkraknya pembangunan gedung tersebut menjadi perhatian serius, terlebih karena sudah berlangsung cukup lama.
“Pak bupati tadi bilang sudah delapan tahun gedung ini mangkrak, ini beban saya selaku Anggota DPR RI saya juga sebagai keluarga lamban gedung ini, jadi saya minta ini benar-benar dipriooritaskan,” ungkapnya.
“Kalau memungkinkan, kita akan dorong agar pembangunan ini bisa masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026,” imbuhnnya.
Usai penyambutan, rombongan langsung melanjutkan kegiatan dengan meninjau lokasi Gedung Pakuon yang hingga kini belum selesai dibangun.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali pembangunan Gedung Pakuon, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan sektor pariwisata di Lampung Barat.(Kmf/Riyan)












