KPK Terus Berusaha Memberdayakan Masyarakat Agar Dapat Berperan Aktif Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi

NASIONAL (BP) – Pelibatan kesadaran diri terhadap nilai-nilai moral dan kejujuran, menjadi sebuah dorongan pembentukan sikap dalam beretika dan berintegritas pada setiap tindakan dan keputusan individu. Berkenaan dengan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senantiasa melakukan upaya pencegahan korupsi demi menjaga nilai integritas dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekretariat Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano saat memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan tajuk kegiatan ‘Muda Berintegritas dan Antikorupsi’, yang terselenggara di Graha Pertemuan ITS, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/6).

Guntur pun memaparkan bahwa sebagai induk dari seluruh karakter, integritas menjadi sebuah nilai yang mendasari konsistensi dan keteguhan yang tidak dapat tergoyahkan. KPK terus berusaha memberdayakan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, khususnya pada civitas Institute Teknologi Sepuluh Nopember.

“Terdapat hasil survei yang menyebutkan pendidikan menjadi salah satu faktor individu untuk antikorupsi, dan disebutkan juga bahwa usia dibawah 40 tahun lebih antikorupsi dibandingkan usia di atasnya. Untuk itu semua pihak dan seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam upaya pendidikan antikorupsi, termasuk mahasiswa dan dosen,” kata Guntur dihadapan seratus lebih mahasiswa ITS.

Karena menurutnya, upaya pendidikan antikorupsi perlu disebarkan sejak dini mulai dari anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Tersebab pun dunia pendidikan tidak dapat terlepas dari tantangan berat yang harus terus dihadapi dalam mendidik dan mengasuh peserta didik, agar memiliki kompetensi dan berkepribadian yang baik.

Untuk itu, lanjut Guntur, melalui momentum kuliah umum bersama civitas ITS Surabaya, KPK berharap dapat mendorong perguruan tinggi untuk melakukan penemuan pengetahuan baru dalam memberantas korupsi. Sehingga, berbagai potensi tindak pidana korupsi dapat dengan segera dicegah dan ditangani melalui penemuan pengetahuan baru.

“Jika tak ada upaya pendidikan antikorupsi, tanpa kita disadari perilaku koruptif dapat terjadi di internal mahasiswa maupun kampus. Melihat fenomena ini, civitas kampus harus berperan aktif menjadi garda terdepan untuk mengimplementasikan nilai antikorupsi di setiap kehidupan, sebab perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi,” jelas Guntur.

Sebab dalam menjalankan tugas, KPK memerlukan dukungan dari segenap pihak termasuk perguruan tinggi agar pemberantasan korupsi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan. Salah satunya melalui pendidikan yang bisa secara bersama ditanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, pungkas Guntur, perguruan tinggi yang bermutu diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompetitif dalam dunia kerja, tetapi juga memiliki nilai-nilai integritas yang melekat dalam diri mereka. Hal ini tertuang pada strategi Trisula Pemberantasan Korupsi, yakni strategi pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Surabaya, Adi Soeprijanto; Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi ITS Surabaya, Ahmad Rusdiansyah; dan Sekretaris Institut  ITS Surabaya, Umi Laili Yuhana, serta Kepala Biro Umum dan Reformasi Birokrasi ITS Surabata.

Sumber : (Web KPK RI)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page