LAMPUNG TIMUR (BP) – Bukan sekadar motor hilang. Sebuah Honda Beat Street milik warga Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, akhirnya ditemukan setelah hampir satu bulan menjadi tanda tanya. Namun, di balik ditemukannya kendaraan tersebut, muncul dugaan yang membuat kasus ini semakin panas: nama mantan Kepala Desa Karang Anom berinisial M disebut-sebut oleh keluarga korban.
Motor tersebut hilang ketika pemiliknya sedang mengaji. Lokasinya pun disebut tidak jauh dari rumah korban, masih berada di Dusun 4 dan hanya berbeda RT. Sang anak yang pulang mengaji kemudian menyampaikan kepada ibunya bahwa motor telah hilang.
Lebih mengejutkan lagi, keluarga korban mengaku anak mereka sebelumnya mengatakan melihat motor tersebut dibawa oleh seseorang yang diduga merupakan M.
Awalnya Tak Percaya, Keluarga Kemudian Melapor
Ibu korban mengaku pada awalnya keluarga tidak langsung mempercayai cerita anak tersebut. Namun, setelah keluarga melakukan penelusuran dan memperoleh informasi tambahan, mereka memutuskan membawa perkara tersebut ke jalur hukum.
Laporan kemudian dibuat ke Polsek Waway Karya pada pekan ini.
Menurut keterangan ibu korban, langkah tersebut kemudian membuahkan hasil. Tidak lama setelah laporan dibuat, polisi disebut berhasil mengamankan seseorang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Sepeda motor Honda Beat Street yang sebelumnya hilang juga berhasil ditemukan.
Namun, saat kendaraan ditemukan, keluarga korban kembali dibuat bertanya-tanya.
Nomor Mesin Disebut Sudah DihapusIbu korban menyebut kondisi kendaraan ketika ditemukan tidak lagi seperti sebelumnya. Nomor mesin kendaraan disebut telah dihapus.
“Motor sudah ditemukan, tapi nomor mesinnya sudah dihapus,” ungkap ibu korban dengan nada sedih pada hari senin tanggal 31 agustus 2026.
Temuan tersebut kini menjadi bagian penting yang patut didalami. Sebab, penghapusan identitas kendaraan dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengurai bagaimana kendaraan tersebut berpindah dan siapa saja yang terlibat.
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena nama mantan Kepala Desa Karang Anom berinisial M ikut disebut dalam keterangan keluarga korban.
Namun demikian, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa M merupakan pelaku sebelum adanya keterangan resmi penyidik dan proses hukum yang berkekuatan tetap.
Siapa yang sebenarnya membawa Beat Street tersebut? Bagaimana motor itu bisa berpindah tangan? Mengapa nomor mesinnya diduga dihapus? Dan apakah seluruh dugaan yang disampaikan keluarga korban akan terbukti dalam proses penyidikan?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut kini berada di tangan aparat penegak hukum.
Media BINTANG PAWARTA akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut berdasarkan fakta dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
sampai berita ini di terbitkan belum ada keterangan resmi dari polsek dan polres lampung timur.(*)