JAKARTA (BP) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan, reformasi birokrasi memberikan ruang gerak bagi masyarakat dalam menerima pelayanan maksimal dan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini berharap agar kinerja jajarannya di lingkungan Kementerian Desa PDTT mampu memberikan pelayanan secara proporsional, demi terwujudnya profesionalitas pegawai dalam melakukan percepatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap kepada semuanya, untuk menempatkan diri secara proporsional. Karena ukuran profesionalitas ada pada proporsionalitas,” kata Profesor Kehormatan UNESA itu saat Apel Pagi Gabungan di lingkungan Kementerian Desa PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2024).
Gus Halim juga menjelaskan proses pelantikan pejabat tinggi pratama dalam apel ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan organisasi di sebuah Kementerian/Lembaga.
Hal itu penting dilakukan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Di sisi lain, lanjut Gus Halim, juga berfungsi sebagai pola pembinaan jenjang karir pegawai.
Gus Halim berharap, agar hal itu dimaknai sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, terutama dari sudut kepentingan organisasi.
Sehingga tidak hanya sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.
“Hari ini akan dilaksanakan pelantikan pimti pratama, sebagai upaya penyegaran posisi-posisi penting di kementerian,” papar mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.
Ia meminta kinerja para pemegang tampuk posisi baru tidak kendor. Minimal berkinerja sama dengan pejabat sebelumnya.
“Para pimti madya harus mampu meningkatkan kinerja organisasi, melalui penyegaran posisi ini,” imbuhnya.
Gus Halim juga menerangkan bahwa dalam waktu dekat akan hadir Hari Raya Idul Adha. Pendapatan para pegawai juga berbagi kebahagiaan dengan menyumbangkan sebagian hartanya demi kepentingan sosial.
Menurut Gus Halim, kurban merupakan cara individu atau umat berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan, menumbuhkan ketakwaan, dan memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.
Di sisi lain, kurban juga menjadi simbol dalam menyucikan niat pekerjaan, dan membangun solidaritas serta rasa empati terhadap sesama. Tujuannya agar nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan dalam keberagaman bangsa tetap terjaga.
“Mari menyemarakkan Hari Raya Kurban, di kementerian maupun di tempat tinggal masing-masing. Kita ambil hikmahnya, untuk menyucikan niat bekerja, bersilaturahmi, berorganisasi, dan hubungan- hubungan kemanusiaan hanya untuk Allah SWT,” pungkas Doktor Kehormatan UNY itu.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wamendes PDTT Paiman Raharjo Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, serta seluruh pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendes PDTT.
Sumber :Humas Kemendes PDTT












