Pemerintah Kabupaten kab Tulang Bawang Barat Dukung Survei Seismik 2D Gerbera

TULANG BAWANG BARAT (BP) — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendukung pelaksanaan Survei Seismik 2D Gerbera sebagai bagian dari upaya eksplorasi potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Lampung.

Dukungan tersebut disampaikan dengan penekanan agar seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan secara tertib, aman, profesional, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta tetap memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat saat mewakili Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., dalam pembukaan Sosialisasi Survei Seismik 2D Gerbera di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (8/10/2026).

Dalam sambutan Bupati, Pemkab Tubaba menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas, Dinas ESDM Provinsi Lampung, PT Pertamina EP Regional 1, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintahan tiyuh, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan, memenuhi standar teknis, serta tetap memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat di wilayah yang menjadi lokasi kegiatan,” ujar Asisten.

Pemkab Tubaba juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi secara terbuka antara pemerintah daerah, pihak perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintahan tiyuh, dan masyarakat. Hal tersebut dinilai penting karena pelaksanaan survei akan bersinggungan langsung dengan sejumlah aktivitas masyarakat di lapangan.

Dalam sosialisasi tersebut disebutkan terdapat delapan kecamatan di Tubaba yang menjadi wilayah lintasan kegiatan, yakni Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, Pagar Dewa, Lambu Kibang, Gunung Agung, Way Kenanga, Gunung Terang, dan Batu Putih. Kecamatan Tumijajar juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam koordinasi dan sosialisasi kegiatan.

“Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada sosialisasi. Setelah sosialisasi ini harus dilanjutkan dengan komunikasi, koordinasi, pengawasan, serta tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Tahapan Penting Eksplorasi MigasKepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopan Sopian, mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan Survei Seismik 2D karena kegiatan tersebut merupakan tahapan penting untuk memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan dan mengetahui potensi sumber daya migas.

Menurutnya, hasil survei nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan tahapan eksplorasi berikutnya, termasuk kemungkinan pemboran eksplorasi apabila hasil kajian menunjukkan potensi yang memenuhi persyaratan.

“Survei seismik 2D ini merupakan bagian penting dari upaya menggali dan membuktikan potensi sumber daya migas yang ada di wilayah Lampung,” ujar Sopan.

Ia menjelaskan, secara sederhana survei seismik dapat diibaratkan seperti pemeriksaan menggunakan USG, yakni untuk memperoleh gambaran kondisi yang berada di bawah permukaan bumi.

“Setelah dilakukan studi dan survei awal, kita membutuhkan data yang lebih detail untuk mengetahui struktur dan kondisi cekungan yang berpotensi mengandung migas,” jelasnya.

Sopan menambahkan, kegiatan eksplorasi memiliki arti strategis dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Pertamina Kembali Eksplorasi Potensi LampungSementara itu, Project Manager PT Pertamina EP Regional 1, Raditiya Sais Putra, menyampaikan bahwa Survei Seismik 2D Gerbera merupakan bagian dari upaya Pertamina EP untuk menggali kembali potensi migas di wilayah Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Untuk Provinsi Lampung, kegiatan survei mencakup lima kabupaten, salah satunya Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Raditiya menjelaskan, Pertamina sebelumnya pernah mencoba melakukan kegiatan serupa di Lampung pada 2010. Setelah sekitar 16 tahun, Pertamina EP kembali melakukan eksplorasi berdasarkan wilayah kerja yang diberikan, yakni Wilayah Kerja Sumbagsel Area 1.

“Berdasarkan data dan kajian awal, terdapat indikasi potensi migas di wilayah kerja kami, termasuk di bawah permukaan wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujar Raditiya.

Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintahan tiyuh, dan masyarakat.

“Kami berharap dukungan seluruh pihak dapat memperlancar kegiatan eksplorasi ini sehingga potensi migas di wilayah Lampung dapat digali secara optimal dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional,” katanya.

Ditargetkan Berlangsung 8–10 BulanPerwakilan SKK Migas Sumbagsel, Meylant, menyampaikan bahwa Survei Seismik 2D merupakan bagian dari tahapan untuk memperoleh data dan gambaran struktur geologi bawah permukaan sebagai dasar dalam menentukan langkah eksplorasi selanjutnya.

Menurutnya, kegiatan survei direncanakan mulai dilaksanakan pada November dengan masa kerja sekitar 8 hingga 10 bulan dengan estimasi kedalaman dalam pengeboran sekitar 2000 hingga 3000 meter kedalaman.

“Survei seismik ini pada prinsipnya dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi dan struktur bawah permukaan bumi. Secara sederhana, dapat diibaratkan seperti USG, sehingga kita dapat melihat gambaran yang ada di bawah permukaan sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Meylant.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dapat memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Apabila hasil survei menunjukkan potensi yang memenuhi persyaratan, tahapan pemboran eksplorasi di Provinsi Lampung diharapkan dapat dilakukan pada periode 2030 hingga 2032.

Pelaksanaan Survei Seismik 2D Gerbera diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pencarian sumber daya migas, tetapi juga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan energi serta pembangunan daerah.

Pemkab Tubaba menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan eksplorasi tersebut akan terus berjalan seiring dengan komitmen untuk memastikan aspek keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan masyarakat, dan lingkungan tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan kegiatan.(Kmf/Alparizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *