Tulang Bawang Barat (BP) – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan yang modern dan terintegrasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Interview Penyusunan Arsitektur dan Rencana Aksi Pemerintahan Digital yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kominfo Tubaba, Senin (28/09/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, S.T., serta menghadirkan tim ahli dari Telkom University (Tel-U) yang dipimpin oleh Umar Ali Ahmad, S.T., M.T., Ph.D.
Dalam sambutannya, Kadis Kominfo Aidil Adrian Pattikraton menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari kesiapan Tubaba dalam merespons regulasi terbaru, yakni Permenpan RB Nomor 8 Tahun 2026 tentang Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital.
“Kami bergerak cepat untuk memotret kondisi terkini seluruh ekosistem digital yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Lewat interview yang menyasar kurang lebih 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, kita ingin memastikan seluruh proses bisnis dan layanan digital Pemkab Tubaba dapat terpetakan dengan akurat dan efisien,” ujar Aidil.
Untuk mempermudah dan mempercepat proses evaluasi, Diskominfo Tubaba telah menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan seluruh OPD melakukan penyerahan data pendukung (evidence) secara mandiri, yang kemudian dapat ditabulasi dan dianalisis oleh tim ahli secara real-time.
Sementara itu, Narasumber dari Telkom University, Umar Ali Ahmad, memaparkan bahwa kerangka kerja Pemerintah Digital saat ini jauh lebih fokus dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Dibandingkan dengan sistem SPBE sebelumnya, regulasi baru ini menyederhanakan indikator menjadi 7 aspek utama dan 20 indikator strategis.
“Hal yang paling menarik dari transformasi Pemerintah Digital ini adalah adanya penekanan pada dampak langsung yang dirasakan oleh publik. Indikator kepuasan pengguna dan survei layanan memiliki porsi sebesar 25 persen dari total penilaian,” jelas Umar.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan data daerah kini menjadi prioritas nasional. Melalui arsitektur baru ini, seluruh sistem data Pemkab Tubaba nantinya akan terhubung hingga ke tingkat pusat melalui instrumen Dashboard Presiden, sehingga keterlacakan (traceability) dan akurasi data daerah dapat dipertanggungjawabkan secara matang.
Melalui pendampingan menyeluruh dari Telkom University, proses penilaian mandiri dan penyusunan dokumen arsitektur digital ini akan diselaraskan secara presisi dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), program prioritas Bupati, serta program prioritas nasional. Langkah progresif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan performa penilaian kinerja daerah, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang semakin transparan, responsif, dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Tulang Bawang Barat.(Kmf/Alparizi)