Lampung Barat (BP) – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lampung Robusta di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, mencetak terobosan baru dengan mengolah komoditas utama mereka, kopi Robusta, menjadi Sabun Organik Alami Kopi Robusta. Inovasi ini merupakan hasil program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dipimpin oleh Dwi Eva Nirmagustina, S.P., M.Si., Ph.D., bersama tim ahli dari berbagai disiplin keilmuan.
Selama ini, meskipun Lampung dikenal sebagai salah satu produsen kopi Robusta terbesar di Indonesia, hasil panen petani Gapoktan sebagian besar hanya dijual sebagai green bean, roasted bean, atau bubuk kopi. Pola pemasaran tradisional ini membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga pasar komoditas.
Menjawab tantangan tersebut, tim PkM yang terdiri dari Dr. Chandra Utami Wirawati, S.Tp., M.Si., Sri Handayani, S.P., M.E.P., Ir. Winarto, M.P., serta Marbudi, S.P., M.Sc., menyelenggarakan pelatihan hilirisasi kopi pada September 2025. Program ini mendorong diversifikasi produk dari bahan pangan menjadi produk non-pangan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kopi Grade Rendah Jadi Produk Premium
Bahan baku sabun berasal dari biji kopi Robusta grade rendah, yang umumnya kurang memiliki nilai komersial tinggi. Namun, biji kopi jenis ini masih menyimpan kandungan bioaktif seperti kafein dan polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan, agen anti-penuaan, serta eksfoliator alami bagi kulit.
Pelatihan diberikan kepada anggota Gapoktan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Air Hitam melalui metode demonstrasi dan praktik langsung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 41,7%, dengan peningkatan tertinggi (50%) pada kemampuan teknis pembuatan sabun melalui metode Cold Process—proses yang mampu menghasilkan sabun dengan gliserin alami tinggi untuk menjaga kelembapan kulit.
“Pelatihan ini mengajarkan cara aman mengolah bahan baku menjadi sabun yang berkualitas, bahkan menggunakan kopi grade rendah yang selama ini kurang optimal pemanfaatannya,” ujar perwakilan KWT.
Didampingi hingga Pemasaran Digital
Selain pelatihan teknis, tim PkM juga memberikan pendampingan kewirausahaan berkelanjutan, termasuk pelatihan fotografi produk dan pemasaran melalui media sosial. Upaya ini memperkuat identitas produk lokal: Sabun Organik Alami Kopi Robusta Lampung, yang menonjolkan manfaat kafein untuk perawatan kulit.
Untuk memperluas pasar, tim PkM merekomendasikan Gapoktan Lampung Robusta segera mengurus Sertifikasi PIRT/BPOM agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas dan legal.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi kelompok tani di daerah lain untuk mengoptimalkan komoditas lokal melalui hilirisasi dan inovasi produk.(*)












